Karakteristik Bata Ringan

Sejarah Bata Ringan – Penggunaan Beton Ringan atau Bata Ringan Sebagai Bahan Alternatif Pembentuk Dinding Dapat Memberi Penghematan Yang Signifikan Pada Pembuatan Dinding.

Bagian Rumah Yang Dapat Ditekan Spek Materialnya Dan Memberi Penghematan Yang Signifikan Adalah Dinding. Kabar Baiknya, Saat Ini Ada Begitu Banyak Pilihan Bahan Alternatif Yang bisa Memberi Lebih Dibanding Pendahulunya Yaitu Bahan Konvensional: Batu Bata dan Batako.

Jika Lebih Ini Banyak Masyarakat Terpaku Dengan Pilihannya Menggunakan Batu Bata Konvensional Atau Batako Untuk Dinding Rumahnya, Lebih Dari Alasan Karena Bahan Yang Paling Umum Digunakan Dan Sudah Mentradisi. Sementara Alasan Lain Menyampaikan Teknis Adalah Kemudahannya Diperoleh Di Pasaran.

Tak Dipungkiri, Bahan Alternatif Yang Berupa Beton Ringan Ini Lebih Banyak Dan Mudah Diperoleh Di Kota-Kota Besar. Keterbatasan Inilah Yang Menjadi Salah Satu Penghambat Penerimaan Masyarakat Terhadap Bahan Alternatif Ini. Meski, Secara Resmi Varian Dan Jenis Pilihannya Sangat Beragam Dan Jelas Memiliki Kelebihan Dibanding Batu Bata Konvensional Atau Batako.

Maccon Bata Ringan

 

 

1. Definisi Bata Ringan

Beton Ringan atau Saat Ini Sering Disebut Dengan Hebel Bata Ringan Adalah Beton Yang Memiliki Berat Jenis (Kepadatan) Lebih Ringan Daripada Beton Pada Pemutaran. Beton Ringan Dapat Disebut Sebagai Beton Ringan Aerasi (Aerasi Beton Ringan ) Atau Sering Disebut Juga (Beton Aerasi Autoclave / Aac) Yang Mempunyai Bahan Baku Utama Terdiri Dari Pasir Silika, Kapur, Semen, Udara, Dipakai Bersama Dengan Tekanan Uap Air. Tidak Seperti Beton Biasa, Berat Beton Ringan Dapat Diatur Sesuai Kebutuhan. Beton Ringan Berkisar Antara 600 – 1600 Kg / M3. Karena Itu Keunggulan Beton Ringan Utamanya Ada Pada Berat, dipertaruhkan Diperlukan Pada Proyek Bangunan Tinggi (Bangunan Bertingkat Tinggi) Akan Dapat Dilakukan Secara Signifikan Mengurangi Berat Sendiri dari Bangunan,

2. Sejarah Bata Ringan

Bahan Bangunan Berkembang Terus, Beton Ringan Saterasi Beton Ringan Aerasi (Alcated Lightweight Concrete / Alc) Atau Sering Disebut Juga (Autoclaved Aerated Concrete / Aac). Sebutan Lainnya Beton Autoklaf, Beton Seluler (Semen Dengan Cairan Kimia Penghasil Gelembung Udara), Beton Berpori, Dan Di Inggris Diperlukan Aircrete Dan Thermalite.

Pembahasan Sejarah Beton Ringan Aac atau Bata ringan Ini Pertama Kali Dikembangkan Di Swedia Pada Tahun 1923 Sebagai Bahan Alternatif Bangunan Untuk Mengurangi Penggundulan Hutan. Beton Ringan Aac Ini Kemudian Dikembangkan Lagi Oleh Joseph Hebel Di Jerman Barat Di Tahun 1943.

Dia Memutuskan Untuk Mengembangkan Sistem Bangunan Yang Lebih Baik Dengan Biaya Yang Lebih Ekonomis. Inovasi-Inovasi Brilian Yang Perlunya, Seperti Proses Pemutusan Dengan Menggunakan Kawat, Membuka Kemungkinan-Baru Bagi Perkembangan Produk Ini.

Hasilnya, Beton Ringan Aerasi Ini Dianggap Sempurna, Diperlukan Bahan Bangunan Yang Ramah Lingkungan, Karena Dibuat Dari Sumber Daya Alam Yang Berlimpah. Sifatnya Kuat, Tahan Lama, Mudah Dibentuk, Efisien, Dan Berdaya Guna Tinggi.

Kesuksesan Hebel Di Jerman Segera Dibuka Negara-Negara Lain. Pada Tahun 1967 Bekerja Sama Dengan Asahi Bahan Kimia Dibangun Pabrik Hebel Pertama Di Jepang. Sampai Saat Ini Hebel Telah Berada Di 29 Negara Dan Merupakan Produsen Beton Aerasi Terbesar Di Dunia. Di Indonesia Sendiri Beton Ringan Mulai Dikenal Sejak Tahun 1995, Saat Didirikannya PT Hebel Indonesia Di Karawang Timur, Jawa Barat. Merupakan Pabrik Bata Ringan Tersebar di Beberapa Daerah Besar, Salah Satunya Pabrik Bata Ringan Dimakassar

 

3 Kelebihan Dan Kekurangan Hebel Bata Ringan

Ada Beberapa Kelebihan Dari Beton Ringan Atau Bata Ringan AAC Makassar

Yaitu:

Selain Kelebihan, Beton Aac Juga Memiliki Beberapa Kelemahan, Yaitu:

Untuk Info & Pemesanan Silahkan Hubungi Tim Pemasaran kami :

CALL/WA: 0811.412.1776

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *